Menulis sebagai peledak otak
Mungkin kita pernah entah sesekali atau mungkin dua kali atau bahkan sering kali pernah menemukan tulisan atau mendengar bahwa dengan cara menulis adalah salah satu cara untuk meledakkan suatu ide atau pemikiran yang terkumpul di akal pikiran seseorang. Entah berupa impian yang direncanakan yang akan datang. Atau mungkin tentang tugas dari guru sekolah atau dari bos kerja di kantornya atau bahkan tentang keremajaan yaitu soal percintaan. Atau hanya sekedar angan angan kehaluan imajinasi saja.
Misalnya saja yang pertama tentang impian, suatu saat nanti ingin menjadi orang pandai dan baik seperti professor dan lain sebagainya. Terus impian ingin kaya dan baik seperti investor yang sering kali menjadi donatur acara sosial keagamaan dan lain sebagainya. Atau punya impian ingin punya kehormatan jabatan seperti presiden, menteri, Dubes dan lain sebagainya. Atau punya impian ingin menjadi pengusaha yang kaya dan sukses. Mempunyai perusahaan, pabrik, mall perbelanjaan dimana mana, Seperti dibidang pertambangan, perniagaan, permesinan, teknologi, elektronik, ritel, pakaian, perhotelan, perbelanjaan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. Dan masih banyak impian- impian yang lainnya.
Dan yang kedua menulis yang dilakukan karena mendapat tugas dari sekolah seperti mengerjakan soal soal, mengarang cerita, puisi, artikel dan lain sebagainya. Kemudian tugas dari kantor seperti membuat rekapan data-data tentang kantor sampai data keuangannya, serta membuat presentasi tentang strategi cara agar kantornya mendapat suatu proyek dan investor tertarik untuk investasi, dan lain sebagainya. Dan yang ketiga menulis tentang keremajaan yaitu contoh soal percintaan seperti novel, puisi, sajak syair syair lagu bahkan bisa menulis gombalan-gombalan cinta, dan lain sebagainya. Dan masih banyak lagi apa yang bisa ditulis.
Memang sebuah tulisan sebenarnya tidak bisa dibatasi. Hanya saja karena seseorang terkadang merasa terbatas untuk tidak bisa menulis, merasa tidak punya waktu, apa yang mau ditulis dan ada sebuah alasan yang sangat memungkinkan yaitu apa guna manfaatnya kita menulis. Dan yang intinya semua alasan itu hanya persepsimu saja. Jadi sebisa mungkin menulislah semampu apa yang kamu bisa tuliskan. Karena menulis itu perlu dan sangat penting. Dan kamu pasti mampu.
Sobi cah pemimpi, Selasa, 18- 08- 2020.

Ya, kamu pasti mampu. Teruslah menulis.
BalasHapus